Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula (comercial formula) dan Non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Manfaat bagi ibu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu.
PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. PASI dapat dikelompokkan menjadi susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (Followup Formula) .dan susu formula khusus (specific formula). Starting Formula biasanya diberikan sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan Followup Formula diberikan di atas usia 6 bulan.
Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula tertentu bagi keadaan yang tertentu pula. Diantaranya adalah susu hidrolisa protein ektensif seperti Pepti junior, pregestimil, atau yang paling ekstensif seperti Neocate. Golongan susu tersebut termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebaginya.
Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN HA atau Enfa HA. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.
Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya. Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa.
Non formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan.
STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir
Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.
Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan). Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yangbiasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 – 40% mengalami alergi susu soya (kedelai). Tetapi susu soya merupakan pilihan pertama untuk anak alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan.
Bila anak mengalami alergi susu sapi yang ringan seperti gangguan kulit dan saluran cerna ringan akan bisa menerima susu sapi tersebut sekitar usia 1 tahun. Bila mengakibatkan gangguan berat seperti batuk, asma dan muntah biasanya akan bisa menerima susu sapi di atas usia 2 hingga 5 tahun.
Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut. Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda.
Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.
Pemberian susu formula khusus seperti susu soya, susu peptijunior atau susu hipoalergenik sering dianggap tidak bergizi dibanding susu formula lainnya. Sebenarnya secara umum pendapat ini tidak benar. Setiap susu formula kandungan vitamin, mineral dan kalorinya adalah sama, sudah sesuai standar FDA. Harus sesuai dengan kebutuhan anak menurut usianya. Memang susu tersebut tidak mengandung AA, DHA, dan ”kandungan kecerdasan” lainnya. Padahal penambahan kandungan zat tersebut masih belum terbukti secara klinis. Sedangkan bila susu formula lainnya tetap dipaksakan maka banyak gangguan fungsi organ tubuh dan ganggua perilaku yang dapat terjadi dalam jangka panjang. Hal ini justru akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susutersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.
KESIMPULAN Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan lain adalah pertimbangan harga susu yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga dan harus mudah didapatkan di pasaran.
Reaksi simpang makanan yang diakibatkan susu formula bisa disebabkan karena beberapa komposisi yang terkandung di dalamnya. Baik berupa reaksi alergi, intoleransi, atau reaksi simpang lainnya. Reaksi tersebut dapat mengganggu beberapa organ tubuh dan perilaku pada anak.
Puree buah dan sayur
1.Cuci bersih semua buah dan sayur di air mengalir
2. Potong-potong
3. Rendam dalam air garam (untuk mematikan ulat yang biasanya ada di sayur atau buah)
4.Bilas di air mengalir
5. Kukus hingga lembut dan matang (untuk buah biasanya tidak perlu dikukus).
6. Haluskan menggunakan blender atau food processor. Tambahkan air matang sedikit saja. (Buat puree kental, agar saat dicampur dengan asi/formula/kaldu, tidak menjadi terlalu encer)
6. Ada buah atau sayur tertentu yang sebaiknya dipanggang. Contohnya : Sweet potatoes. Cuci bersih sweet potatoes (sikat dengan menggunakan tapes cuci). Kulitnya jangan dikupas. 7.Panggang dalam oven 200 derajat celcius selama 45-60 menit hingga matang. Angkat, kupas kulitnya, haluskan dalam blender dengan diberi sedikit air.
Membekukan puree :
1.Cetak puree yang baru dibuat di cetakan es batu, tutup dengan plastik. (atau cetak di cetakan es batu yang bertutup).
2.Jika sudah beku, lepaskan dan simpan di wadah yang tertutup rapat.
3.Beri label nama sayur dan buah, serta Expiration date terhitung 1 bulan dari tanggal pembuatan.
Mencairkan puree :
1.Ambil puree beku sebanyak yang diperlukan
2.Letakkan dalam mangkok
3.Rendam dalam air panas (bukan air mendidih) hingga cair
4.Lalu bisa dicampur dengan bubur beras, asi/formula atau kaldu, hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan.
Kaldu
Kaldu daging
Jenis 1 : Tanpa ampas
Di sini dipakai daging cincang yang kemudian disaring dan peras, kemudian dibuang ampasnya. Pilih daging sapi cincang tanpa lemak untuk hasil kaldu yang baik.
1.Daging cincang diblender dengan air. Untuk 250 gram daging cincang, beri air kira-kira 2 gelas minum (500gram)
2. Saring dan peras dagingnya. Buang ampasnya. (atau pakai untuk makan keluarga)
3.Air hasil perasan digodok hingga mendidih. Hasil jadinya akan terlihat ada seperti gumpalan kapas abu-abu yang lembut. Ini baik untuk pencernaan bayi, karena tidak ada ampas daging.
4. Air kaldu daging ini dapat dibekukan di dalam cetakan es batu
Jenis 2 : Kaldu Full Daging
1.Daging cincang diblender dengan air. Untuk 250 gram daging cincang, beri air kira-kira 2 gelas minum (500gram)
2.Didihkan dan siap digunakan atau dibekukan.
Kaldu ayam
Kaldu ayam yang baik tidak dibuat dari daging ayam saja, tapi juga dari air rebusan tulangnya. Pakai ayam kampung yang segar dan bermutu baik.
Air kaldu ayam :
1. 1 ayam kampung utuh, bersihkan dan lumuri dengan perasan jeruk nipis. Biarkan setengah jam, lalu bilas hingga bersih
2. Beri air hingga terendam, kira-kira 1 lt.
3. Masak hingga ayam empuk dan menghasilkan kaldu
4. Air kaldu ayam ini dapat dibekukan di dalam cetakan es batu
Jenis Makanan :
Puree sayur
Brokoli
Wortel
Squash (labu)
Bayam
Peas (kacang polong)
Sweet potatoes (ubi cilembu / ubi manis)
Kentang
Kacang hijau (cari yang kulitnya masih ada).
Jagung manis
Tomat
Puree buah
Alpukat
Pear
Apel
Pisang*
Jeruk baby
Strawberry*
Pepaya hawai
Kiwi*
Mangga*
Melon
Jambu merah
Bubur beras
Beras putih
Beras merah
Brown rice (beras pecah kulit)
Biskuit
Empro (strawberry & ayam)
SGM
Nestle
Milna
Promina
Daging :
Ayam
Sapi
Ikan*
Protein :
Keju
Kuning telur*
Tahu / tofu plain (bukan egg tofu / tofu rasa udang)
Pelengkap :
Glukose
Chocolate mousse
Yoghurt baby / mayonnaise baby
Variasi :
Oatmeal / havermut
Barley
Maizena
Pasta : macroni, spaghetti, fettucini, penne, dsb
(*) Hati-hati reaksi alergi atau pencernaan bayi belum kuat. Hal ini bervariasi untuk setiap bayi.
Tepung beras
Beras merah
Beras putih
Brown rice (beras pecah kulit)
Cara membuat tepung beras :
Cuci bersih beras, kemudian tirikan. Jika beras organic, cuci bilas hingga 2-3 kali saja. Jangan terlalu sering, karena akan menghilangkan vitamin B
Sangrai di atas kuali / wajan biasa hingga kering dan setengah matang
Blender kering (tanpa menggunakan air)
Ayak / saring, hingga mendapatkan tepung. Sisa blenderan yang masih besar2 harus diblender dan disaring kembali.
Simpan di wadah tertutup dan kedap udara.
Cara memasak bubur dari tepung :
Didihkan air
Masukkan tepung beras sesuai kekentalan yang diinginkan
Didihkan sambil diaduk terus hingga beras matang sempurna.
Panduan untuk bayi 6-8 bulan :
Jam makan :
06.00 : ASI / Formula
09.00 : Sarapan bubur
12.00 : Buah
15.00 : Biskuit
18.00 : Makan malam bubur
- Ini adalah ilustrasi, realisasinya tergantung kebutuhan dan kesiapan bayi dalam menerima solid foods.
- Jadwal makan juga fleksibel, seperti halnya kuantitas makanan. Bervariasi tergantung kesiapan bayi.
Menu untuk bayi 8 bulan ke atas masih dalam persiapan Moms. Tapi pada prinsipnya sama aja, hanya dibuat lebih chunky (tidak sehalus sebelumnya).
Menu sehari-hari :
Contoh menu :
a. Beras merah kaldu sapi + Tofu + Wortel + Keju + ASI / formula
b. Beras kaldu ayam+ Tomat+ Kuning telur rebus + ASI / formula
c. Biskuit + Buah + ASI/Formula
Be creative in mix and match your kids menu.
Jangan lupa moms, cicipin sebelum masuk ke mulut bayi ya. (biar tau, buburnya enak ato gak).
Catatan : Memasukkan ASI pada buah, bubur, atau biscuit, harus dilakukan sesaat sebelum bubur siap dimakan bayi.